Makalah Tentang Aliran-Aliran Dalam Baik Dan Buruk Etika Profesi Hukum.
LAPORAN TUGAS
TENTANG ALIRAN-ALIRAN YANG TERDAPAT DIDALAM
BAIK DAN BURUK ETIKA PROFESI HUKUM.
Diajukan untuk memenuhi salah satu
Tugas Mata Kuliah Etika Profesi Hukum yang
diampu
oleh:
Hj.Ina Budiarti,S.H.,M.Kn.
Oleh :
Anisa
Nursaumi
(17.4301.068)
SEKOLAH
TINGGI HUKUM BANDUNG (STHB)
JL.CIHAMPELAS
NO.8
BANDUNG
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Allah SWT karena dengan Rahmat, Karunia, serta Hidayah-Nya
dapat menyelesaikan makalah ini yaitu “Tentang Aliran-Aliran Yang terdapat Didalam Baik dan Buruk Etika dan Profesi Hukum”.
Saya sangat
berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan dan memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Etika dan Profesi Hukum.
Semoga
makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sebelumnya,
mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan
dimohonkan kritik dan saran yang membangun dari anda demi perbaikan makalah ini
diwaktu yang akan datang.
Bandung, 6 Oktomber 2019
Penyusun
PENDAHULUAN
Perbuatan
manusia ada yang baik dan ada buruk. Hati manusia memiliki perasaan dan
dapat mengenal atau membedakan, perbuatan itu baik atau buruk dan benar
atau salah.
Penilaian terhadap suatu perbuatan adalah relatif, hal ini disebabkan adanya perbedaan tolok ukur yang digunakan untuk penilaian tersebut. Perbedaan tolak ukur tersebut disebabkan karena adanya perbedaan agama, kepercayaan , cara berfikir, ideologi, lingkungan hidup dan sebagainya.
Penilaian terhadap suatu perbuatan adalah relatif, hal ini disebabkan adanya perbedaan tolok ukur yang digunakan untuk penilaian tersebut. Perbedaan tolak ukur tersebut disebabkan karena adanya perbedaan agama, kepercayaan , cara berfikir, ideologi, lingkungan hidup dan sebagainya.
Rumusan Masalah
A) Apa pengertian Baik dan Buruk?
B) Apa yang menjadi ukuran Baik dan Buruk?
C) Dan apa saja aliran-aliran dalam Baik dan buruk?
Tujuan
A) Mengetahui Baik dan Buruk.
B) Mengetahui ukuran Baik dan Buruk.
C) Dan mengetahui aliran-aliran dalam mempelajari Baik dan Buruk.
PEMBAHASAN
A.Pengertian
Di dalam Ensiklopedia Indonesia, pengertian baik dan buruk itu adalah sebagai berikut:
"sesuatu hal yang dikatakan baik,bila ia mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang atau bahagia, jadi sesuatu yang dikatakan baik bila ia dihargai secara positif." (ensiklopedia Indonesia I:362).
Sedangkan pengertian buruk:
"adalah segala yang tercela, lawan baik,pantas,bagus dan sebagainnya.Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku."(ensiklopedia Indonesia I:557).
Berbicara tentang perbedaan antara baik dan buruk itu, pada hakikatnya samar sekali, sebab kalau sesuatu tindakan tidak baik maka buruklah ia. Derajat keburukan itu tidak sama,mungkin ada yang buruk sekali dan mungkin ada juga yang agak buruk, tetapi sebenarnya itu semua adalah buruk karena tidak baik.
Dari uraian di atas dapatlah dikemukakan, bahwa yang dikatakan dengan baik adalah apabila memberikan kenimatan, kesenangan,kepuasan sesuai dengan diharapkan. Sedangkan yang dikatakan dengan buruk apabila dinilai sebaliknya.
Dari sini terlihat betapa relatifnya perbedaan baik dengan buruk tersebut.
B.Ukuran Baik dan Buruk
Dapat dipastikan,bahwa sampai kapan pun tidak dicapai kebulatan pendapat tentang apa sebenarnya pengertian baik dan buruk itu, sebab seperti dikemukakan di atas perbedaan kedua pengertian tersebut sangat relatif dan elastis, bahkan yang baik menurut pandangan seseorang, boleh jadi buruk menurut pandangan orang lain. Dan sebaliknya menurut pandangan seseorang baik menurut pandangan orang lain.
Jelasnya,baik dan buruk itu sifatnya individual akan terpulang kepada orang yang menilainya, kesimpulan ini dikemukakan disebabkan baik dan buruk itu terikat pada ruang dan waktu, sehingga dia tidak berlaku secara universal.
Ini dapat dikemukakan dari berbagai sudut pandang, antara lain:
B.1. Kebahagiaan (Hedonisme)
Yang menjadi ukuran baik dan buruk menurut paham ini adalah "apakah tingkah laku dan perbuatan tersebut melahirkan kebahagian dan kenikmatan/kelezatan". Timbul persoalan,apakah yang dimaksudkan dengan kebahagian itu sifatnya indidual atau universal. untuk menjawab persoalan itu dapat dari tiga sadut pandang dan berserta contohnya.
a) Aliran Hedonisme Individualistis
Aliran ini melihat kebahagiaab yang dimaksudkan disini adalah kebahagiaan yang bersifat invidualis (egoistik hedonism) bahwa manusia itu hendaknya harus selalu mencari kebahagiaan dari diri sepuas-puasnya, dan mengotrientasikan seluruh sikap dan perilakunya untuk mencapai kebahagian itu.
Andainya seseorang bimbang untuk memastikan suatu pilihan dalam melakukan sesuatu perbuatan, maka hedaklah ia dalam mengambil keputusan mendasarkan kepada "perbuatan menakah yang lebih menimbulkan kenikmatan baginya".
Aliran ini berpendapat, jika suatu keputusan baik bagi pribadinya, maka disebutlah baik dan sebaliknya baik dab sebaliknya apabila keputusan itu tidak baik bagi pribadinya, maka itulah yang uruk.
Contohnya : (Baik) Reza melakukan kerja keras dalam segala pencapaian kerjanya agar bisa menjadi orang kaya dan bisa membeli barang-barang mewah yang dia inginkan dan hidup bahagia. (Buruk) Hendra mendapatkan tawaran kerja dengan penghasilan gajinya sangat besar dan nyama tetapi Hendra tidak mengambil kesempatan kebahagian itu.
b) Aliran Kebahagiaan Rasional (Rasionalistik Hedonism)
Aliran ini berpendapat,bahwa kebahagian atau kelezatan individual itu haruslah berdasarkan pertimbangan akal yang sehat.
Contohnya : (Baik) Eko ingin membeli Hp baru yang dia inginkan dengan cara menabung dan meyisihkan uang jajannya setiap hari. (Buruk) Dito ingin membeli motor baru yang dia inginkan dengan cara mencuri.
c) Aliran Kebahagiaan Universal (Universalistic Hedonism)
Menurut orang yang menganut paham ini bahwa yang menjadi tolok ukur apakah sesuatu perbuatan itu baik dan buruk, adalah mengacu kepada akibat perbuatan itu melahirkan kesenangan atau kebahagian kepada seluruh makhluk.
Yang menjadi patokan disini bukanlah kebahagian diri sendiri (individual) akan tetapi kebahagian setiap orang (universal).
Contohnya : (Baik) Anisa menanam pohon, dalam hal menanam pohon ini tidak hanya mendapatkan keindahan dan buah yang didapat, tetapi bisa membantu pelestarian lingkungan dan kesehatan dalam menyerap polusi udara bagi makhluk hidup yang lainnya. (Buruk) Lintang membuang sampah sembarangan, dalam hal ini bukan saja berdampak pencemaran lingkungan tetapi dapat menimbulkan efek negatif bagi makhluk hidup yang lain.
B.2. Bisikan Hati (Instuisi)
Yang disebut dengan bisikan hati (instuisi) adalah kekuatan batin yang dapat mengidentifikasi apakah sesuatu perbuatan itu baik atau buruk tanpa berlebih dahulu melihat akibat yang ditimbulkan perbuatan itu.
Pada dasarnya terlihat bahwa aliran ini merupakan bentahan terhadap aliran hedonisme (menilai dasar yang ditimbulkan perbuatan = kebahagiaan) dan yang menjadi tujuan hidup manusia menurut aliran ini bukanlah kelezatan atau kenikmatan akan tetapi keutamaan, keunggulan,keistimewaan yang dapat juga diartikan sebagai "kebaikan budi pekerti"
Contohnya : (Baik) Farhan menemukan dompet orang lain terjatuh dijalan, dengan sigap Farhan langsung mengambil dan memberikannya kepada pemilik dompet itu. (Buruk) Eza menemukan dompet orang lain terjatuh dijalan, dengan cepat Eza langsung memasukan dompet itu kedalam tasnya dan tidak memberikan dompet itu kepemiliknya.
B.3.Aliran Evolusi
Paham ini berpendapat bahwa segala seuatunya yang ada di alam ini selalu (secara berangsur-angsur) mengalami perubahan, yaitu berkembang menuju kearah kesempurnaan.
Filsuf Herbert Spencer (1820-1930) salah seorang ahli filsuf inggris mengemukakan bahwa perbuatan akhlak itu tumbuh secara sederhana, kemudian dengan berlakunya (evolusi) akan menuju ke arah cita-cita dan cita-cita inilah yang dianggap sebagai tujuan.
yang menjadi pokok utama cita-cita manusia adalah untuk meraih "kesenangan dan kebahagiaan", sedangkan kesenangan dan kebahagian itu akan selalu berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi sosial, dan karena itulah tidak ada standar baku yang dapat dijadikan untuk menilai apakah sesuatu perbuatan itu baik atau buruk,sebab kriteria kesenangan dan kebahagian itupun akan berkembang mengikuti perkembangan masyarakat.
Darwin (1809-1882) seorang pakar yang pernah mengajukan teori evolusi ini dalam bukunya The Origin Of Space mengemukakan ada beberapa patokan di dalam terjadinya suatu evolusi, yaitu:
a) Adanya seleksi alam (selection of nature): yaitu alam selalu mengadakan penyeleksian terhadap segala sesuatu yang berwujud yaitu mana yang tetap bertahan (hidup) dan mana yang akan musnah (mati).
Contohnya : (Baik) Irfan bisa melanjutka pendidikan S1nya karna Irfan rajin dalam belajar disaat SMA, sedangkan Tio tidak dapat melanjutkan S1nya karna Tio malas dalam belajar disaat SMAnya. (Buruk) Mau yang rajin atau malas dalam menentukan masa depan tidak berpengaruh semua itu hanya faktor keberuntungan.
b) Adanya perjuangan hidup (streggle for life) yaitu merupakan usaha untuk memperjuangkan hidup ,dan berupaya mengenyahkan segala tantangan yang menghadang.
Contohnya : (Baik) Dalam kondisi serba kekurangan Heri bekerja keras mencari pekerjaan agar bisa keluar dari hidup serba kekurangan. (Buruk) Dalam kondisi kekurangan Doni tetap santai dan tidak mau mecari pekerjaan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
c) Kekal bagi yang lebih pantas (survival for the filttest) dan selajutnya yang berhak untuk hidup adalah bagi yang telah lolos dari perjuangan hidup.
Contohnya : (Baik) Adanya tsunami di Aceh yang dialami Dudu pada saat itu, orang lain mati diakibatkan tsunami itu tetapi tidak untuk Dudu karna kuat dapat menghadapi tsunami itu dengan berlari ke bukit yang tinggi. (Buruk) Ketika terjadinya Tsunami Ega hanya pasrah dan tidak melakukan upaya apapun.
B.4. Aliran Positivisme
Aliran ini menitik beratkan kebertkan hal-hal positif terhadap etika mereka. yang menjadi tolok ukur adalah keadaan positif (tentu:pasti:tegas), yaitu sesuatu yang dapat diraba/dirasakan oleh pancaindera.
Aliran ini memandang Agama adalah relatif, sebab apa yang tujuan beragama tersebut tidak dapat dirasakan langsung oleh pancaindera manuasia.
August Comte (1798-1875) adalah tokoh penting aliran ini, beliau berupaya keras untuk menemukan persesuaian antara kepentingan masyarakat yang diistilahkannya dengan "antara egoisem dan altruistis".
dapat dikemukakan bahwa yang menjadi ukuran baik buruknya sesuatu adalah "ada tidaknya persesuian kepentingan individu dengan kepentingan masyarakat", andainya ada persesuain maka dipandanglah ia baik dan apabila tidak ada persesuaian maka dipandanglah buruk.
Contohnya : (Baik) Bahwa Api itu panas dan bersifat mudah terbakar. (Buruk) bahwa Es itu tidak dingin dan tidak bersifat mudah beku.
Andainya seseorang bimbang untuk memastikan suatu pilihan dalam melakukan sesuatu perbuatan, maka hedaklah ia dalam mengambil keputusan mendasarkan kepada "perbuatan menakah yang lebih menimbulkan kenikmatan baginya".
Aliran ini berpendapat, jika suatu keputusan baik bagi pribadinya, maka disebutlah baik dan sebaliknya baik dab sebaliknya apabila keputusan itu tidak baik bagi pribadinya, maka itulah yang uruk.
Contohnya : (Baik) Reza melakukan kerja keras dalam segala pencapaian kerjanya agar bisa menjadi orang kaya dan bisa membeli barang-barang mewah yang dia inginkan dan hidup bahagia. (Buruk) Hendra mendapatkan tawaran kerja dengan penghasilan gajinya sangat besar dan nyama tetapi Hendra tidak mengambil kesempatan kebahagian itu.
b) Aliran Kebahagiaan Rasional (Rasionalistik Hedonism)
Aliran ini berpendapat,bahwa kebahagian atau kelezatan individual itu haruslah berdasarkan pertimbangan akal yang sehat.
Contohnya : (Baik) Eko ingin membeli Hp baru yang dia inginkan dengan cara menabung dan meyisihkan uang jajannya setiap hari. (Buruk) Dito ingin membeli motor baru yang dia inginkan dengan cara mencuri.
c) Aliran Kebahagiaan Universal (Universalistic Hedonism)
Menurut orang yang menganut paham ini bahwa yang menjadi tolok ukur apakah sesuatu perbuatan itu baik dan buruk, adalah mengacu kepada akibat perbuatan itu melahirkan kesenangan atau kebahagian kepada seluruh makhluk.
Yang menjadi patokan disini bukanlah kebahagian diri sendiri (individual) akan tetapi kebahagian setiap orang (universal).
Contohnya : (Baik) Anisa menanam pohon, dalam hal menanam pohon ini tidak hanya mendapatkan keindahan dan buah yang didapat, tetapi bisa membantu pelestarian lingkungan dan kesehatan dalam menyerap polusi udara bagi makhluk hidup yang lainnya. (Buruk) Lintang membuang sampah sembarangan, dalam hal ini bukan saja berdampak pencemaran lingkungan tetapi dapat menimbulkan efek negatif bagi makhluk hidup yang lain.
B.2. Bisikan Hati (Instuisi)
Yang disebut dengan bisikan hati (instuisi) adalah kekuatan batin yang dapat mengidentifikasi apakah sesuatu perbuatan itu baik atau buruk tanpa berlebih dahulu melihat akibat yang ditimbulkan perbuatan itu.
Pada dasarnya terlihat bahwa aliran ini merupakan bentahan terhadap aliran hedonisme (menilai dasar yang ditimbulkan perbuatan = kebahagiaan) dan yang menjadi tujuan hidup manusia menurut aliran ini bukanlah kelezatan atau kenikmatan akan tetapi keutamaan, keunggulan,keistimewaan yang dapat juga diartikan sebagai "kebaikan budi pekerti"
Contohnya : (Baik) Farhan menemukan dompet orang lain terjatuh dijalan, dengan sigap Farhan langsung mengambil dan memberikannya kepada pemilik dompet itu. (Buruk) Eza menemukan dompet orang lain terjatuh dijalan, dengan cepat Eza langsung memasukan dompet itu kedalam tasnya dan tidak memberikan dompet itu kepemiliknya.
B.3.Aliran Evolusi
Paham ini berpendapat bahwa segala seuatunya yang ada di alam ini selalu (secara berangsur-angsur) mengalami perubahan, yaitu berkembang menuju kearah kesempurnaan.
Filsuf Herbert Spencer (1820-1930) salah seorang ahli filsuf inggris mengemukakan bahwa perbuatan akhlak itu tumbuh secara sederhana, kemudian dengan berlakunya (evolusi) akan menuju ke arah cita-cita dan cita-cita inilah yang dianggap sebagai tujuan.
yang menjadi pokok utama cita-cita manusia adalah untuk meraih "kesenangan dan kebahagiaan", sedangkan kesenangan dan kebahagian itu akan selalu berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi sosial, dan karena itulah tidak ada standar baku yang dapat dijadikan untuk menilai apakah sesuatu perbuatan itu baik atau buruk,sebab kriteria kesenangan dan kebahagian itupun akan berkembang mengikuti perkembangan masyarakat.
Darwin (1809-1882) seorang pakar yang pernah mengajukan teori evolusi ini dalam bukunya The Origin Of Space mengemukakan ada beberapa patokan di dalam terjadinya suatu evolusi, yaitu:
a) Adanya seleksi alam (selection of nature): yaitu alam selalu mengadakan penyeleksian terhadap segala sesuatu yang berwujud yaitu mana yang tetap bertahan (hidup) dan mana yang akan musnah (mati).
Contohnya : (Baik) Irfan bisa melanjutka pendidikan S1nya karna Irfan rajin dalam belajar disaat SMA, sedangkan Tio tidak dapat melanjutkan S1nya karna Tio malas dalam belajar disaat SMAnya. (Buruk) Mau yang rajin atau malas dalam menentukan masa depan tidak berpengaruh semua itu hanya faktor keberuntungan.
b) Adanya perjuangan hidup (streggle for life) yaitu merupakan usaha untuk memperjuangkan hidup ,dan berupaya mengenyahkan segala tantangan yang menghadang.
Contohnya : (Baik) Dalam kondisi serba kekurangan Heri bekerja keras mencari pekerjaan agar bisa keluar dari hidup serba kekurangan. (Buruk) Dalam kondisi kekurangan Doni tetap santai dan tidak mau mecari pekerjaan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
c) Kekal bagi yang lebih pantas (survival for the filttest) dan selajutnya yang berhak untuk hidup adalah bagi yang telah lolos dari perjuangan hidup.
Contohnya : (Baik) Adanya tsunami di Aceh yang dialami Dudu pada saat itu, orang lain mati diakibatkan tsunami itu tetapi tidak untuk Dudu karna kuat dapat menghadapi tsunami itu dengan berlari ke bukit yang tinggi. (Buruk) Ketika terjadinya Tsunami Ega hanya pasrah dan tidak melakukan upaya apapun.
B.4. Aliran Positivisme
Aliran ini menitik beratkan kebertkan hal-hal positif terhadap etika mereka. yang menjadi tolok ukur adalah keadaan positif (tentu:pasti:tegas), yaitu sesuatu yang dapat diraba/dirasakan oleh pancaindera.
Aliran ini memandang Agama adalah relatif, sebab apa yang tujuan beragama tersebut tidak dapat dirasakan langsung oleh pancaindera manuasia.
August Comte (1798-1875) adalah tokoh penting aliran ini, beliau berupaya keras untuk menemukan persesuaian antara kepentingan masyarakat yang diistilahkannya dengan "antara egoisem dan altruistis".
dapat dikemukakan bahwa yang menjadi ukuran baik buruknya sesuatu adalah "ada tidaknya persesuian kepentingan individu dengan kepentingan masyarakat", andainya ada persesuain maka dipandanglah ia baik dan apabila tidak ada persesuaian maka dipandanglah buruk.
Contohnya : (Baik) Bahwa Api itu panas dan bersifat mudah terbakar. (Buruk) bahwa Es itu tidak dingin dan tidak bersifat mudah beku.
SIMPULAN
Segala sesuatu yang mempelajari Baik dan Buruk suatu perlakuan manusia kembali kepada diri sendiri yang menyadarkan kemana akan dilakukan, dan kepada siapa akan diberikan, dalam hal ini aliran-aliran tersebut hanya sebagian kecil dari pembagian ukuran terhadap sudut pandang bagaimana manusia menilainya dan menerapkannya dalam kehidupan.
Daftar Pustaka
-Buku "ETIKA PROFESI HUKUM" oleh Suhrawardi K.Lubis,S.H halaman 38-44.
Komentar
Posting Komentar